29 Juni : Laut yang menafkahi, Rumah yang menanti.

 Arsip Sang Waktu

Waktu berjalan, tapi jejaknya tak pernah benar-benar hilang. Setiap hari membawa serpihan kisah—tentang perjuangan, harapan, dan luka yang membentuk kita hari ini. Mengingat sejarah bukan sekadar menoleh ke belakang, tapi menyalakan lentera untuk berjalan lebih bijak ke depan. Dalam tiap tanggal, tersimpan suara masa lalu yang menunggu untuk didengar, dimengerti, dan diwariskan. 

29 Juni, sebuah angka dalam penanggalan dikalender rumah kita, banyak yang tidak sadar dan seakan menghiraukan begitu saja hari tanggal tersebut tanpa banyak orang tahu ada peringatan/refleksi sejarah yang tidak kalah pentingnya dari sejarah sejarah lain nya. 

  1. Hari Nelayan Internasional (International Fishermen’s Day) 

  • Hari Nelayan Internasional pertama kali diperingati sebagai bentuk solidaritas global terhadap kehidupan para nelayan kecil yang sering menghadapi berbagai macam masalah seperti ketidakadilan ekonomi, ekspoitasi sumber daya laut dan kurangnya perlindungan sosial.
  • Tanggal 29 Juni dipilih karena bertepatan dengan Hari Santo Petrus, yang dalam tradisi katolik dikenal sebagai pelindung para nelayan.
  • Hari ini dalam peringatan Hari Nelayan Internasional menjadi sebuah momen penting untuk menyuarakan hak hak nelayan kecil dan mendorong perlindungan eksosistem laut.
    2.  Hari Keluarga Nasional (Harganas)

  • Hari Keluarga Nasional diperingati untuk mengingat betapa pentingnya keluarga dalam unit dasar pembangunan bangsa dan negara.
  • Tanggal ini dipilih karena pada saat itu presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto menetapkan Harganas di Jakarta
  • Momen penting ini ada karena berkaitan dengan peristiwa perjuangan/perlawanan terhadap para penjajah dengan kembalinya para pejuang setelah kemerdekaan untuk berkumpul dengan para keluarga mereka.
"Those who cannot remember the past are condemned to repeat it."
"Mereka yang tidak mengingat masa lalu, akan dikutuk untuk mengulanginya."
(George Santayana)

Komentar